Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air lewat Dunia Pendidikan

Jika dilihat dari segi sejarah, perjuangan para pahlawan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sangat besar dan perlu dicontoh. Sikap para pahlawan yang berani membela bangsa dengan mempertahankan segenap jiwa raga sangat diperlukan ddalam masa sekarang ini. Dalam menghadapi kondisi Negara yang saat ini sedang mengalami berbagai macam masalah, diperlukan sikap berani membela tanah air. Sikap ini apat ditumbuhkan melalui bidang pendidikan. Kita dapat menjadikan organisasi Boedi Oetomo yang bergerak dalam bidang pendidikan sebagai inspirasi dari Pergerakan Nasional. Organisasi Boedi Oetomo menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada para pemuda terutama para anggotanya. Selain itu,organisasi ini berperan serta membantu mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga sebagai perintis terciptanya organisasi yang lain di Indonesia yang juga berperan dalam pelaksanaan Kebangkitan Nasional.

Untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa Indonesia yang lebih maju, diperlukan penanaman rasa cinta tanah air yang dapat ditumbuhkan melalui bidang pendidikan. Jika dibandingkan dengan pendidikan pada masa Boedi Oetomo, pendidikan sekarang sudah lebih maju, namun rasa cinta tanah air yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sudah mulai berkurang. Hal ini terlihat dengan kurang ditanamkannya rasa cinta tanah air pada diri siswa, sehingga siswa kurang memahami apa sebenarnya cinta tanah air itu dan apa yang seharusnya mereka lakukan agar dapat menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Banyak mata pelajaran yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air pada diri siswa dikurangi frekuensi pertemuannya misalnya mata pelajaran PPKN dan Sejarah. Kedua mata pelajaran ini sebenarnya sangat membantu menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi muda kita, namun dapat kita lihat bahwa kedua mata Jika ada peringatan hari-hari besar Nasional, tidak semua masyarakat Indonesia yang mengibarkan bendera Merah Putih jelas terlihat bahwa rasa cinta tanah air sudah mulai berkurang pada diri bangsa Indonesiapelajaran itu sudah mulai dikurangi.

Pada era midern ini, jumlah masyarakat yang buta huruf di Indonesia masih tinggi, kelemahan-kelemahan dalam menghadapi Ujian Nasional yang dilakukan oleh guru, siswa bahkan masyarakat..

Untuk mewujudkan cita-cita bangsa marilah dihari 100 tahun Kebangkitan Nasional ini kita memulai lembaran baru dengan semangat yang baru. Kita perbaiki segala kekuarangan dan kesalahan yang telah terjadi sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan cita-cita bangsa dapat tercapai.

4 Tanggapan

  1. fefen dwi ardianto berkata,

    Oktober 22, 2008 pada 11:29 am

    artikelnya bagus sekali sama seperti saya dulu sebelum cinta pendidikan nggak akan ingat dengan nama nya negara dan bangsa

  2. juliach berkata,

    November 25, 2008 pada 2:57 pm

    Bukannya aku tidak cinta tanah air. Dulu-dulu sih bangga ya akan Indonesia. Sekarang koq jadi malu. Apalagi diminta jadi guide, banyak yang aku tolak permintaan itu sekarang ini.

    Soalnya gimana ya? Dalam programku ada kunjungan ke P. Penyu (di Benoa, Bali) dengan menyeberang pakai perahu bercadik. Setiba di tempat, ternyata pulau itu sudah tidak ada lagi. Dari Benoa ke P. Penyu sudah ada jalan. Kata sopir taksi, itu kerjaannya Mbak Tutut yang terbengkalai.

    Tidak hanya itu. Sekarang ini susah mencari hutan asli. Garing dan bikin pusing kepala.

    Aku setuju sekali jika ada 0 buta huruf di Indonesia. Tapi aku tidak setuju jika Indonesia maju pesat meninggalkan nilai-nilai budaya disertai pengerusakan alam dan penindasan bangsa sendiri.

    Salam kenal.

  3. niluh berkata,

    Desember 5, 2008 pada 1:17 am

    trimaksih ats partispasi anda

    wah,,,anda ska berjalan ya…^_^

  4. niluh berkata,

    Desember 5, 2008 pada 1:19 am

    mv bru bsa bls…sya msh dalm tahap blajar bwt blog >_<

    trimaksih ats commentnya


Tulis sebuah Komentar

Anda haruse Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.